Jumat, 02 Maret 2012

SIAPAKAH AKUNTAN ITU?


Kata-kata akuntan seringkali rancu diartikan dalam bahasa Indonesia. Kerancuan ini mungkin disebabkan karena ada gelar akademis Ak atau Akt yang merupakan singkatan dari Akuntan. Sampai dengan bulan Agustus 2004, gelar ini diberikan lulusan perguruan tinggi tertentu jurusan akuntansi bersamaan dengan pemberian gelar Sarjana Ekonomi (SE) otomatis setelah meyelesai pendidikan Strata 1.  Jadi sebenarnya siapa sajakah yang layak disebut akuntan?

Siapakah akuntan?
Akuntan adalah nama profesi. Tidak semua pekerjaan dapat disebut sebagai profesi. Syarat profesi adalah 1) memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis; 2) bergabung dalam asosiasi profesional; 3) memiliki pendidikan yang ekstensif; 4) adanya standar ujian kompetensi; 5) adanya pelatihan institutional; 6) adanya lisensi; 7) memiliki otonomi kerja; 8) memiliki seperangkat kode etik; 9) organisasi profesi dapat mengatur diri sendiri 10) memberikan layanan publik dan altruisme; 11) status dan imbalan yang tinggi (http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi).
Kesebelas syarat menunjukkan pentingnya peran asosiasi profesional dalam membentuk profesi akuntan yang di Indonesia telah ada yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI mensyaratkan anggotanya adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dan Akuntan beregister negara (http://www.iaiglobal.or.id/  ). Ada kerancuan sebenarnya dalam pembatasan keanggotaan IAI, berdasarkan ketentuan ini maka semua sarjana ekonomi jurusan akuntansi yang menjadi anggota IAI adalah akuntan sedangkan akuntan yang beregister negara yang bukan anggota IAI adalah bukan akuntan? 

Bagaimana cara mendapatkan lisensi akuntan?
Cara mendapatkan lisensi akuntan ada perubahan berdasarkan tahun kelulusan, yaitu sebelum dan sesudah bulan Agustus 2004. Sampai dengan Agustus 2004, sarjana ekonomi jurusan akuntansi universitas negeri terpilih dapat langsung melapor kepada Departemen Keuangan Pusat untuk mendapatkan register akuntan dari negara. Namun demikian lulusan setelah Agustus 2004 harus mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk) selama 1 hingga 2 tahun sebelum dapat mengajukan register dari negara. 

Apakah semua sarjana ekonomi jurusan akuntansi wajib untuk mengambil PPAk agar dapat bekerja?
Akuntan dapat dikelompokkan lagi menjadi 4 golongan menurut IAI, yaitu: Akuntan Pendidik Akuntan Publik, Akuntan Manajemen, dan Akuntan Sektor Publik. Kalau memang ingin menjadi akuntan publik, memang idealnya harus mengambil PPAk untuk mendapatkan gelar Akuntan sebagai syarat mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) oleh Institut Akuntan Indonesia (IAPI) (http://www.iapi.or.id) . Kadangkala institusi pemerintah juga meminta sarjana ekonomi jurusan akuntansi beregister akuntan negara untuk posisi tertentu misalnya BPK, BPKP, atau auditor lainnya. Namun demikian masih banyak lapangan kerja lain yang bisa dipilih kalau memang tidak ingin mengambil PPAk, seperti akuntan manajemen (bekerja sebagai akuntan di perusahaan dan staf pembukuan) serta akuntan pendidik.

Apakah beda Akuntan dengan Akuntan Publik?
Akuntan publik adalah sebagian kecil dari profesi akuntan. Akuntan publik adalah profesi yang memberikan jasa audit dan atestasi lain seperti review laporan keuangan, pembuatan laporan keuangan, pembuatan sistem akuntansi pengendalian intern perusahaan. Pada saat bertugas sebagai auditor laporan keuangan, maka nama akan dikenal sebagai “Auditor Independen”, sementara pada penugaran lain tetap disebut sebagai Akuntan.

1 komentar:

  1. Nice blog and I hope I can get my certificate of accounting.

    BalasHapus